Minggu, 29 September 2019

Tuhan & Kau Tidak Libur

(/2/)

Di dalam bianglala,
Segalanya terasa sumuk.
Tuhan membawa 99 namanya,
sementara aku hanya punya satu nama:

" kau."

Ini hari minggu,
Tapi Tuhan datang berkunjung.

Dia sediakan pundaknya untukku-bersandar.

Tuhan Maha Penyayang, katanya.
masih ada 98 Maha lagi untuk kesedihanmu.

ini hari minggu.

Tuhan
—dan kau
tidak juga mau libur.

Tuhan & Kau Tidak Libur

(/1/)

hari minggu, waktunya rekreasi.
aku akan pergi naik bianglala
memikirkan kau sesuka hati

di atas sana.

—oh, tidak!!

Tuhan ingin turut serta!
padahal sengaja aku tanggalkan dia
jauh-jauh waktu di kamar gelap.
aku bilang, hari ini aku punya agenda rahasia.
aku masih punya moral, tidak mau mencampur
bayang-bayang cabul dengan rapal doa.
tapi dia bilang, Tuhan serba tahu.
ya sudah, daripada aku serba salah.

dan berangkatlah kami
menuju loket yang antriannya mendadak sepi
ketika aku dan Tuhan berjalan bersisian.

"aku beli tiket bianglala."
nona loket yang lusuh dan kurang makan itu memberi aku satu.

"aku bersama Tuhan," kataku

"Tuhan, kan, tidak suka bermain-main," senyumnya bertanya.

dasar kuno!

bukankah kata orang Tuhan Maha Asyik?

Rindu Tak Bertuan~

Entahlah!

Aku sendiri bingung dari mana rasa ini mulai datang lagi
Yang jelas aku sedang rindu sang pemerhatiku dulu.
Iya! Aku sedang merindukan sosok bayangan itu
Yang entah dimana keberadan sang bayangan itu sekarang.

Aku sedang rindu, rindu ingin bertemu.
Ingin menyapamu lagi dari layar ponselku,
Menanyakan kabar yang entah apapun respon darimu,
Aku rindu akan hal lugu kita di zaman sekolah dulu,

Perihal menanyakan kabar,
Aku hanya ingin tahu kabarmu
Tak bermaksud mengganggu;
Ataupun merusak kebahagianmu sekarang.

Semoga apapun kabar darimu,
Aku tetap berdoa pada tuhan,
Untuk tetap menjagamu;
Dan menjaga kabar kita agar tetap baik-baik saja.

TITIK AKHIR--

Aku tak keberatan menunggumu lebih lama,
Jika pada akhirnya; kau yang dipilih tuhan di akhir cerita.

Pergilah.
Silahkan pergi menjelajah waktu,
Sepuasmu berpindah-pindah tak masalah bagiku.

Bermainlah di banyak hati.
Berlabuhlah di banyak tempat.

Berpetuanglah sampai rasa penasaranmu habis.
Lalu, putuskan bahwa memang bersamaku;

Adalah tujuan akhir dari semua perjalanan panjangmu itu :)